Senin, 05 Desember 2016

GAYA VAN DER WAALS

Gaya van der Waals adalah interaksi lemah antara molekul yang melibatkan dipol, dimana molekul yang polar memiliki interaksi dipol-dipol permanen. interaksi ini melibatkan ikatan senyawa ionik dan kovalen pada suatu senyawa. dimana : 
Ikatan ionik = ikatan yang terbentuk antara unsure logam dan non-logam dengan perbedaan keelektronegatifan yang sangat besar membentuk kation dan anion melalui gaya elektrostatik. 
Ikatan kovalen = ikatan kimia diantara dua atom atau lebih unsure non-logam dengan non-logam melalui penggunaan bersama pasangan elektron.
Ikatan Van der Waals = gaya tarik-menarik antara atom atau molekul, dimana gaya ini relatif jauh lebih lemah yang bertujuan untuk menunjukkan semua jenis gaya tarik-menarik antar molekul.

Salah satu contoh ialah alkana. Alkana memiliki titik didih lebih rendah daripada kebanyakan senyawa organik lain dengan bobot molekul yang sama. ini karena sifat molekulnya yang non polar.karena molekulnya yang senantiasa bergerak, elektron dalam molekul non polar dapat tersebar merata didalam molekul, menyebabkan molekul mempunyai ujung parsial positif dan ujung parsial negatif. Polarisasi molekul sementara ini menyebabkan tetangganya menjadi terpolarisasi sementara juga, dan molekul molekul ini secara lemah tertarik satu dengan lainnya. Interaksi diantara molekul seperti ini disebut gaya tarik van der Waals ( van der waals attraction ) ( Hart,2003 : 54 )


karena tarikannya yang lemah, proses pemisahan molekul dari sesamanya memerlukan energi relatif sedikit dan akibatnya titik didih senyawa ini relatif rendah. oleh karena gaya tarik ini hanya bekerja pada jarak pendek diantara permukaan permukaan molekul,  titik didih alkana meningkat dengan bertambah panjangnya rantai dan menurun jika rantainya bercabang dan bentuknya lebih menyerupai bola ( Hart,2003)
seperti gambar diatas menunjukkan pengaruh bentuk molekul pada gaya tarik van der waals, dimana ikatan hidrogen dan gaya tarik van der waals merupakan contoh interaksi antarmolekul nonpengikatan. jenis interaksi seperti ini memiliki konsekuensi penting pada sifat dan perilaku molekul.  
contoh lain :




Interaksi dipol - dipol merupakan interaksi antara sesama molekul polar (dipol). Interaksi ini terjadi antara ekor dan kepala dimana jika berlawanan kutub maka akan tarik-menarik dan sebaliknya.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Ikatan Van Der Waals

Gaya London ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
1.      Jumlah electron dalam atom atau molekul
Makin besar ukuran atom atau molekul, makin besar jumlah elektron sehingga makin jauh pula elektron terluar dari inti dan makin mudah awan elektron terpolarisasi, serta makin besar gaya dispersi.
2.      Bentuk molekul
Molekul yang memanjang/tidak bulat, lebih mudah menjadi dipole dibandingkan dengan molekul yang bulat sehingga gaya disperse londonnya akan semakin besar.

sumber : 

          Hart.H et al. 2003. KIMIA ORGANIK : suatu kuliah singkat, edisi kesebelas. jakarta : Erlangga

6 komentar:

  1. terimakasih atas materinya sangat membantu sebagai acuan referensi..

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas materinya sangat lengkap dan menarik

    BalasHapus
  3. Terima kasih materi nya. sarannya agar di perbanyak ulasan lebih dalam lagi

    BalasHapus
  4. terima kasih materinya sangat bermanfaat, saran, sebaiknya materi perlu dibahas lebih detail lagi. terimakasih.

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas materinya sangat membantu dalam pembelajaran.

    BalasHapus