Gaya van der Waals adalah interaksi lemah
antara molekul yang melibatkan dipol, dimana molekul yang polar memiliki
interaksi dipol-dipol permanen. interaksi ini melibatkan ikatan senyawa ionik
dan kovalen pada suatu senyawa. dimana :
Ikatan ionik = ikatan yang terbentuk
antara unsure logam dan non-logam dengan perbedaan keelektronegatifan yang
sangat besar membentuk kation dan anion melalui gaya elektrostatik.
Ikatan kovalen = ikatan kimia diantara
dua atom atau lebih unsure non-logam dengan non-logam melalui penggunaan
bersama pasangan elektron.
Ikatan Van der Waals = gaya tarik-menarik
antara atom atau molekul, dimana gaya ini relatif jauh lebih lemah yang
bertujuan untuk menunjukkan semua jenis gaya tarik-menarik antar molekul.
Salah satu contoh ialah alkana.
Alkana memiliki titik didih lebih rendah daripada kebanyakan senyawa organik
lain dengan bobot molekul yang sama. ini karena sifat molekulnya yang non
polar.karena molekulnya yang senantiasa bergerak, elektron dalam molekul non
polar dapat tersebar merata didalam molekul, menyebabkan molekul mempunyai
ujung parsial positif dan ujung parsial negatif. Polarisasi molekul sementara
ini menyebabkan tetangganya menjadi terpolarisasi sementara juga, dan molekul
molekul ini secara lemah tertarik satu dengan lainnya. Interaksi diantara
molekul seperti ini disebut gaya tarik van der Waals ( van der waals attraction
) ( Hart,2003 : 54 )
karena tarikannya yang lemah, proses pemisahan molekul dari sesamanya memerlukan energi relatif sedikit dan akibatnya titik didih senyawa ini relatif rendah. oleh karena gaya tarik ini hanya bekerja pada jarak pendek diantara permukaan permukaan molekul, titik didih alkana meningkat dengan bertambah panjangnya rantai dan menurun jika rantainya bercabang dan bentuknya lebih menyerupai bola ( Hart,2003)
seperti gambar diatas menunjukkan pengaruh bentuk molekul pada gaya tarik van der waals, dimana ikatan hidrogen dan gaya tarik van der waals merupakan contoh interaksi antarmolekul nonpengikatan. jenis interaksi seperti ini memiliki konsekuensi penting pada sifat dan perilaku molekul.
contoh lain :
Interaksi dipol - dipol merupakan
interaksi antara sesama molekul polar (dipol). Interaksi ini terjadi antara
ekor dan kepala dimana jika berlawanan kutub maka akan tarik-menarik dan
sebaliknya.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Ikatan Van Der Waals
Gaya
London ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
1. Jumlah
electron dalam atom atau molekul
Makin
besar ukuran atom atau molekul, makin besar jumlah elektron sehingga makin jauh
pula elektron terluar dari inti dan makin mudah awan elektron terpolarisasi,
serta makin besar gaya dispersi.
2. Bentuk
molekul
Molekul
yang memanjang/tidak bulat, lebih mudah menjadi dipole dibandingkan dengan
molekul yang bulat sehingga gaya disperse londonnya akan semakin besar.
sumber :
Hart.H et al. 2003. KIMIA ORGANIK : suatu kuliah singkat, edisi kesebelas. jakarta : Erlangga





terimakasih atas materinya sangat membantu sebagai acuan referensi..
BalasHapusTerima kasih atas materinya sangat lengkap dan menarik
BalasHapusTerima kasih materi nya. sarannya agar di perbanyak ulasan lebih dalam lagi
BalasHapusterima kasih materinya sangat bermanfaat, saran, sebaiknya materi perlu dibahas lebih detail lagi. terimakasih.
BalasHapusTerima kasih atas referensinya,
BalasHapusTerimakasih atas materinya sangat membantu dalam pembelajaran.
BalasHapus