Minggu, 27 November 2016

EFEK INDUKSI

Efek Induksi  merupakan tarikan kerapatan elektron melalui obligasi disebabkan oleh perbedaan elektronegativitas dalam atom. faktor paling penting yang bekerja disini ialah efek induktif dari gugus yang dekat denga gugus karboksil. efek ini terpancar melalui ikatan, dengan menggeser elektron ikatan ke arah atom elektronegatif atau menjauhi atom elektropositif. perlu diingat, bahwa gugus penarik elektron meningkatkan keasaman dan gugus pelepas elektron menurunkan keasaman   (  Hart,H. 2003 )
Efek ini dapat dinyatakan sebagai I + dan I –
I +  = jika subtituen yang terikat mendorong elektron ( melepaskan e - )
I -   =jika subtituen yang terikat menarik Elektron ( mengambil e - )
berikut tetapan ionisasi beberapa asam : 


Efek ini sering dijumpai pada senyawa asam karboksilat dari gugus yang terikat pada rantai R dari asam karboksilat (gugus COOH)
APA YANG MEMBUAT ASAM KARBOKSILAT BERSIFAT ASAM ?
anda mungkin heran mengapa asam karboksilat bersifat sangat asam dibandingkan alkohol, padahal kedua golongan senyawa itu mengion dengan melepas H+ dari gugus hidroksil. seperti contoh berikut : 
pada gambar diatas perbedaan keduanya ialah penggantian gugus CH2 ( pada etanol ) oleh gugus karbonil. pada ion etoksida, muatan negatif dilokalisasi pada satu atom oksigen dan sebaliknya,pada ion asetat, muatan negatif dapat dilokalisasi kan melalui resonansi. 
contoh lainnya ialah ion karboksilat yang terbentuk bila asam asetat dan turunan kloronya mengion : 
karena klorin lebih elektronegatif dibandingkan karbon, ikatan C-Cl terpolariasi dengan klorin membawa muatan negatif parsial dan karbon positif parsial. jadi elektron tertarikcmenjauhi ujung ion karboksilat ke arah klorin. efek ini cenderung mentebarkan muatan negatif pada atom yang lebih banyak dibandingkan pada ion asetat sendiri dan dengan demikian menstabilkan ion yang bersangkutan. semakin banyak klorin, semakin besar efek dan semakin besar kekuatan asam.



sumber : 
          Hart.H et al. 2003. KIMIA ORGANIK : suatu kuliah singkat, edisi kesebelas. jakarta : Erlangga

Senin, 21 November 2016

GUGUS FUNGSI

Gugus fungsional (istilah dalam kimia organik) adalah kelompok gugus khusus pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia pada molekul tersebut. Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip.

Berikut adalah daftar gugus fungsional yang sering dijumpai. Di dalam penulisan rumus, simbol R dan R' selalu menyatakan ikatan hidrogen atau rantai hidrokarbon, atau suatu gugus atom.




1. HALOALKANA ( HALOGENASI ALKANA )

Reaksi dari alkana dengan unsur-unsur halogen disebut reaksihalogenasi. Reaksi ini akan menghasilkan senyawa alkil halida, dimana atom hidrogen dari alkana akan disubstitusi oleh halogen sehingga reaksi ini bisa disebut reaksi substitusi.Halogenasi biasanya menggunakan klor dan brom sehingga disebut juga klorinasi dan brominasi. Halongen lain seperti fluor bereaksi secara eksplosif dengan senyawa organik sedangkan iodium tak cukup reaktif untuk dapat bereaksi dengan alkana.Laju pergantian atom H sebagai berikut H3 > H2 > H1. Kereaktifan halogen dalam mensubtitusi H yakni fluorin > klorin > brom > iodin.

    ( Hart, H. 2003 :  67 )

2, ALKOHOL 

      
   Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.

   ( Hart, H. 2003 : 219 )

3. ALKOKSIALKANA (ETER)
Eter adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus R—O—R', dengan R dapat berupa alkil maupun aril. Semua eter merupakan senyawa dengan dua gugus organik berhubungan dengan satu atom oksigen. 
    ( Hart, H. 2003 : 250 + 255)

4. ALKANAL DAN ALKANON  ( ALDEHIDA DAN KETON )
Aldehid dan keton ialah keluarga besar dari senyawa organik yang merasuk kedalam kehidupan sehari-hari. senyawa ini menimbulkan bau wangi pada banyak buah-buahan dan parfum mahal. aldehid dan keton dicirikan oleh adanya gugus karbonil yang merupakan gugus fungsi paling penting dalam kimia organik. pada aldehid sedikitnya satu atom hidrogen melekat pada atom karbon karbonil dan pada keton, atom karbonil terhbung dengan dua atom karbon lain (Hart, H. 2003 : 270-271)


5. ALKANOAT (ASAM KARBOKSILAT)
Asam alkanoat (atau asam karboksilat) adalah golongan asam organik alifatik yang memiliki gugus karboksil (biasa dilambangkan dengan -COOH). Semua asam alkanoat adalah asam lemah. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan melepas atom hidrogen menjadi ion H+.
Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. Asam karboksilat yang memiliki dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat(alkandioat), jika tiga disebut asam trikarboksilat (alkantrioat), dan seterusnya.





6. ESTER
ester merupakan turunan asam karboksilat yang gugus OH nya diganti dengan gugus OR. ester dinamai dengan cara yang sama dengan garam asam karboksilatnya. dimana bagian R dari OR ditulis dahulu, diikuti dengan nama asam, dengan akhiran at tidak berubah.


7. AMIDA
Merupakan turunan asam karboksilat biasa yang paling tidak reaktif. Amida banyak terdapat dialam, amida yang paling penting ialah protein. terdapat 3 jenis amida yakni amida primer, amida sekunder dan amida tersier.  contoh amida primer : 

amida memiliki geometri planar, walaupun ikatan nitrogen-karbon normalnya dituliskan sebagai ikatan tunggal, rotasi pada ikatan ini terbatas karena adanya resonansi.
urea merupakan amida khusus, yaitu suatu diamida dari asam karbonat. urea yaitu padatan kristal, larut air, tak berwarna, merupakan produk akhir normal dari metabolisme protein. 


8. AMINA 
Amina digolongkan kedalam primer, sekunder dan tersier, bergantung apakah satu,dua atau tiga gugus organik yang melekat pada nitrogen. gugus gugus R pada struktur tersebut dapat berupa aril atau alkil dan bila dua atau lebih gugus R yang ada, gugus tersebut dapat identik atau berbeda satu dengan lainnya. 

ketiga golongan amina dapat membentuk ikatan hidrogen dengan gugus OH dari air ( yaitu O-H-N...). amina prmer dan sekunder juga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan atom oksigen dari air : N-H...O. jadi kebanyakan amina sederhana dengan sampai lima atau enam atom karbon dapat larut sempurna atau larut cukup banyak dalam air. 





sumber : 
          Hart.H et al. 2003. KIMIA ORGANIK : suatu kuliah singkat, edisi kesebelas. jakarta : Erlangga

Minggu, 13 November 2016

KIMIA ORGANIK FISIK : REGANGAN RUANG

Regangan ruang merupakan seberapa besarnya regangan ruang dari cicin siklik molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi.  Deformasi  adalah transformasi sebuah benda dari kondisi semula ke kondisi terkini Makna dari "kondisi" dapat diartikan sebagai serangkaian posisi dari semua partikel yang ada di dalam benda tersebut. Regangan adalah bagian dari deformasi, yang dideskripsikan sebagai perubahan relatif dari partikel-partikel di dalam benda yang bukan merupakan benda kaku.
Sikloalkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh dengan sekurang-kurangnya memiliki cincin atom karbon.  Contohnya ialah sikloheksana  ( Hart,2003)

  ( Hart,2003)

  ( Hart,2003)

  ( Hart,2003)

 ( Hart,2003)

  ( Hart,2003)

  ( Hart,2003)

 ( Hart,2003)

















sumber :  
https://id.wikipedia.org/wiki/Deformasi_(mekanika)
Hart.H et al. 2003. KIMIA ORGANIK : suatu kuliah singkat, edisi kesebelas. jakarta : Erlangga

Minggu, 06 November 2016

RINCIAN MATERI PERKULIAHAN KIMIA ORGANIK FISIK ( Kamis, 1-10-2016 )

1. KEELEKTRONEGATIFANmenjelaskan kemampuan sebuah atom untuk menarik elektron (atau rapatan elektron) menuju dirinya sendiri pada ikatan kovalen. KEELEKTRONEGATIFAN > = ION NEGATIF, KEELEKTRONEGATIFAN < = ION POSITIF

2. IKATAN HIDROGEN  gaya tarik menarik yang lemah antara atom elektronegatif (seperti  oksigen, atau nitrogen, dan atom hidrogen) terikat pada atom elektronegatif lain.

3. GAYA VAN DER WAALS interaksi lemah antara molekul yang melibatkan dipol / momen dipol 

4. POLARIZABILITAS 

5. GUGUS FUNGSIkelompok gugus khusus pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia pada molekul tersebut. Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip.

6. EFEK INDUKSI = tarikan kerapatan elektron melalui obligasi disebabkan oleh perbedaan elektronegativitas dalam atom.

7. EFEK RESONANSI = delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu. contohnya benzena 


8. HIPERKONJUGASI = delokalisasi yang melibatkan elektron σ, ikatan C – C apabila mengikat atom lagi dengan ikatan rangkap 2 atau 3


9.  TAUTOMERI = perpindahan atom dalam satu molekul menjadi isomer ( CIS atau TRANS )

10. REGANGAN RUANG