Gugus
fungsional (istilah dalam kimia organik) adalah kelompok gugus khusus
pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi
karakteristik reaksi kimia pada molekul tersebut. Senyawa yang
bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip.
Berikut adalah daftar
gugus fungsional yang sering dijumpai. Di dalam penulisan rumus, simbol R dan
R' selalu menyatakan ikatan hidrogen atau rantai hidrokarbon,
atau suatu gugus atom.
1. HALOALKANA ( HALOGENASI ALKANA )
Reaksi dari alkana
dengan unsur-unsur halogen disebut reaksihalogenasi. Reaksi ini akan
menghasilkan senyawa alkil halida, dimana atom hidrogen dari alkana akan
disubstitusi oleh halogen sehingga reaksi ini bisa disebut
reaksi substitusi.Halogenasi biasanya menggunakan klor dan brom sehingga
disebut juga klorinasi dan brominasi. Halongen lain seperti
fluor bereaksi secara eksplosif dengan senyawa organik sedangkan iodium tak
cukup reaktif untuk dapat bereaksi dengan alkana.Laju pergantian atom H sebagai
berikut H3 > H2 > H1. Kereaktifan halogen dalam mensubtitusi H yakni
fluorin > klorin > brom > iodin.
2, ALKOHOL
( Hart, H. 2003 : 219 )
3. ALKOKSIALKANA (ETER)
Dalam kimia, alkohol (atau alkanol)
adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.
3. ALKOKSIALKANA (ETER)
Eter adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus R—O—R', dengan R dapat
berupa alkil maupun aril. Semua eter merupakan senyawa dengan dua gugus organik berhubungan dengan satu atom oksigen.
( Hart, H. 2003 : 250 + 255)
4. ALKANAL DAN ALKANON ( ALDEHIDA DAN KETON )
Aldehid dan keton ialah keluarga besar dari senyawa organik yang merasuk kedalam kehidupan sehari-hari. senyawa ini menimbulkan bau wangi pada banyak buah-buahan dan parfum mahal. aldehid dan keton dicirikan oleh adanya gugus karbonil yang merupakan gugus fungsi paling penting dalam kimia organik. pada aldehid sedikitnya satu atom hidrogen melekat pada atom karbon karbonil dan pada keton, atom karbonil terhbung dengan dua atom karbon lain (Hart, H. 2003 : 270-271)
5. ALKANOAT (ASAM KARBOKSILAT)
Asam alkanoat (atau asam
karboksilat) adalah golongan asam organik alifatik yang memiliki gugus karboksil (biasa dilambangkan dengan
-COOH). Semua asam alkanoat adalah asam lemah. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan
melepas atom hidrogen menjadi ion H+.
Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari
satu gugus fungsional. Asam karboksilat yang memiliki dua gugus karboksil
disebut asam dikarboksilat(alkandioat), jika tiga disebut asam trikarboksilat (alkantrioat),
dan seterusnya.
6. ESTER
ester merupakan turunan asam karboksilat yang gugus OH nya diganti dengan gugus OR. ester dinamai dengan cara yang sama dengan garam asam karboksilatnya. dimana bagian R dari OR ditulis dahulu, diikuti dengan nama asam, dengan akhiran at tidak berubah.
7. AMIDA
Merupakan turunan asam karboksilat biasa yang paling tidak reaktif. Amida banyak terdapat dialam, amida yang paling penting ialah protein. terdapat 3 jenis amida yakni amida primer, amida sekunder dan amida tersier. contoh amida primer :
amida memiliki geometri planar, walaupun ikatan nitrogen-karbon normalnya dituliskan sebagai ikatan tunggal, rotasi pada ikatan ini terbatas karena adanya resonansi.
urea merupakan amida khusus, yaitu suatu diamida dari asam karbonat. urea yaitu padatan kristal, larut air, tak berwarna, merupakan produk akhir normal dari metabolisme protein.
8. AMINA
Amina digolongkan kedalam primer, sekunder dan tersier, bergantung apakah satu,dua atau tiga gugus organik yang melekat pada nitrogen. gugus gugus R pada struktur tersebut dapat berupa aril atau alkil dan bila dua atau lebih gugus R yang ada, gugus tersebut dapat identik atau berbeda satu dengan lainnya.
ketiga golongan amina dapat membentuk ikatan hidrogen dengan gugus OH dari air ( yaitu O-H-N...). amina prmer dan sekunder juga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan atom oksigen dari air : N-H...O. jadi kebanyakan amina sederhana dengan sampai lima atau enam atom karbon dapat larut sempurna atau larut cukup banyak dalam air.
sumber :
Hart.H et al. 2003. KIMIA ORGANIK : suatu kuliah singkat, edisi kesebelas. jakarta : Erlangga



















Materinya sangat membantu. saya ingin bertanya ada berapa cara pembuatan senyawa haloalkana? mohon disebutkan dan dijelaskan. Terimakasih
BalasHapusBaiklah terima kasih pertanyaannya.. Pembuatan senyawa haloalkana ada 3 yakni : 1. reaksi subtitusi atom halogen dengan gugus ─OH yaitu
Hapus2. Eliminasi HX
3. Reaksi adisi..
terima kasih infonya, namun sedikit saran untuk memperbanyak sumber sehingga wawasan lebih luas
BalasHapussedikit masukan mungkin bisa ditambahkan reaksi2 khas yg terjadi pada masing2 gugus fungsiny
BalasHapustrimakasih
Terima kasih pemaparannya..
BalasHapuslampiran fotony saya suka karena berasal dari sumber yg bner..
Terimakasih materinya sangat membantu
BalasHapusTerima kasih atas penjelasannya,lengkap dan membantu saya memahami materi gugus fungsi
BalasHapusTerima kasih atas saran dan masukkan nya akan diusahakan blog ini lebih baik lagi dengan tampilan yg lebik menarik lagi..
BalasHapussemangat kawan untk blog selanjutnya di tunggu
BalasHapus